METODE MENJEMPUT MAUT, Al-Ghazali

Judul/Title: Metode Menjemput Maut: Persepsi Sufistik (Rememberance of Death and the Afterlife)
Penulis/Author: Al-Ghazali
Penerbit/Publisher: Mizan
Edisi/Edition: XI/2002
Halaman/Pages:304
Dimensi/Dimension: 24x 17 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual / for Sale
Harga Jual/Sale Price: call
Call No.: 2x3/Gha/m/C.1
Status: Ada/Available

***

"Kematian dan matahari tak dapat ditatap terus-menerus." Ajaran La Rochefoucauld ini secara utuh mencerminkan sikap manusia modern terhadap persoalan menggugah sekaligus paling menakutkan ini. Sungguh prospek membaca sebuah naskah (yang sama sekali tidak bisa dikatakan pendek) yang tujuannya hanya untuk mengingatkan betapa singkat dan rentannya kehidupan yang dijalani, mungkin sekali tidak menggembirakan, atau malah mendatangkan perasaan tidak nyaman. Akan tetapi, seyogianya kita tidak melupakan kenyataan bahwa minat menguak misteri kematian bukan cermin dari selera rendah atau kelam.

Misteri kematian telah mempersembahkan kepada umat manusia prestasi sastra dan keagamaan yang terindah. Dari Egyptian Book of the Dead lebih dari dua ribu tahun sebelum Masehi, Divina Comedia goresan Dante hingga Javid Nama buah pena Muhammad Iqbal, perenungan atas kefanaan hidup yang abadi terus menghadirkan tema kesusasteraan dan religus yang tak kunjung habis. Dalam karya-karya seperti itu terbentang pelajaran bagi generasi kini tentang bagaimana para pendahulu mereka meninggalkan dunia, dan menghadirkan nuansa penting tentang jalan hidup yang mereka pilih.


Buku ini adalah karya utama tentang tema universal kematian dan alam sesudah mati, yang lahir dari pena teolog Islam paling terkemuka. Al-Ghazali menyusunnya sebagai bagian akhir dari kitab empat puluh babnya yang terkenal, Ihya 'Ulum Al-Din. Setelah menguraikan filosofi sufistik tentang kematian, dan memperlihatkan pentingnya perenungan tentang ketidakabadian manusia, Al-Ghazali membawa pembacanya mengunjungi tingkatan-tingkatan alam sesudah mati: pertemuan dengan malaikat di alam kubur, hari kebangkitan, syafaat nabi, dan akhirnya siksaan neraka, keindahan surga, dan--bagi orang yang terpilih-- melihat Wajah Tuhan.

Kelanggengan relevansi pesan Al-Ghazali adalah kunci daya tarik karyanya yang sudah berusia delapan abad lebih. Hal inilah yang selalu diingat dalam usaha menghadirkan buku ini, seraya mengusahakan agar kecemerlangan kualitas sastra karya aslinya bisa terlihat. Pesan-pesan dalam buku inilah yang dibutuhkan manusia modern yang sering dibuat lupa akan agenda paling pasti dalam kehidupan: mati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar